Kembali ke Beranda

SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA HMI DI BANJARMASIN (KALIMANTAN)

Ditulis Ulang Oleh : Willy Ramadan

A.      Latar Belakang Penulisan

Tulisan ini adalah tulisan yang disusun oleh M. Tadjerie pada sebuah naskah buku kenang-kenangan yang diterbitkan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-XXIV HMI (5 Februari 1947 – 5 Februari1971). Buku ini diterbitkan oleh Badan Koordinasi HMI Kalimantan dengan kondisi masih mengunakan tata bahasa yang belum disempurnakan di Banjarmasin pada tanggal 09 Dzulhijjah 1390 H bertepatan 05 Februari 1971 M. Sayangnya di dalam naskah yang ditulis 44 tahun yang lalu ini, memuat terlalu banyak sambutan-sambutan tokoh (tokoh-tokoh yang memberikan sambutan seperti Panglima Komando Wilayah Pertahanan III/Kalimantan, Panglima Daerah Militer X/ Lambung Mangkurat, dan Gubernur Kalimantan Selatan yang waktu itu dijabat oleh Subardjo), dan sedikit sekali berbicara mengenai sejarah HMI. Dari 82 halaman hanya 14 halaman bicara mengenai sejarah HMI nasional dan 4 halaman mengenai HMI Kalimantan. Sehingga karena banyaknya sambutan-sambutan dan juga karena penulisan ulang ini hanya fokus pada tulisan yang memuat sejarah HMI di Kalimantan. Maka, sementara waktu, hanya tulisan Kanda M. Tadjerie, pada waktu itu menjabat sebagai ketua I HMI BADKO Kalimantan, yang ditulis ulang dengan sedikit merubah tata bahasanya tanpa merubah substansi tulisan. Tulisan ini hanya sebagai bentuk “saving” atau penyelamatan terhadap naskah-naskah penting HMI Kalimantan, dan juga “starting” dengan harapan akan ada tulisan-tulisan yang lebih tajam dan mendalam yang berbicara terkait sejarah HMI di Kalimantan. Sehingga selain menjadi bacaan romantisme sejarah bagi kader dan alumni, juga bermanfaat untuk menambah wawasan ke-HMI-an di Kalimantan. Selanjutnya untuk perbaikan dan penyempurnaan sejarah HMI di Kalimantan, kami sangat berharap ada masukan, saran dan kritik konstruktif dari seluruh masyarakat HMI, khususnya yang ada di Kalimantan.

A.Sejarah Singkat Lahirnya HMI di Banjarmasin (Kalimantan)

1.Tanggal 5 Januari 1957 Akademi Perniagaan Kalimantan dibuka di Banjarmasin, yang merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi di Banjarmasin khususnya, maupun Kalimantan umumnya.

2.Beberapa orang anggota HMI yang datang dari daerah lain (telah menyelesaikan studi-nya di kota lain, diluar Kalimantan) menyiapkan berdirinya HMI di Banjarmasin.

3.Pendirian itu dipelopori oleh sdr.Abdoel Muthalib Abdis, sehingga pada tanggal 5 januari 1957 telah dapat dibentuk panitia yang diberi nama “Panitia Persiapan Pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam (P3 HMI) Cabang Banjarmasin dengan susunannya sebagai berikut :

Ketua                     : Abdoel Muthalib Abdis

Wakil Ketua           : Achrumansjah

Sekretaris I            : Habil Halabi

Sekretaris II           : Rustam Efendi

Penasehat             : Goesti Ibrahim Aman

4.Untuk melaksanakan pembentukan tersebut P3HMI menyusun program antara lain:

a.Memberikan laporan kepada Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Islam.

b. Dimintakan pendapat/pertimbangan serta nasehat/penjelasan dll dipandang perlu dari Pengurus Pusat HMI.

c.Mengumpulkan calon-calon anggota HMI untuk cabang Banjarmasin (Selanjutnya audara dapat melihat nama-nama calon sekarang pada daftar yang terlampir). Jumlah calon-calon anggota terdaftar 39 orang.

d.Membentuk Pengurus HMI Cabang Banjarmasin yang diharapkan 3 hari sesudah pembentukan APK sudah terbentuk.

5.Laporan tersebut dikirimkan pada tanggal 11 Januari 1957 untuk meminta persetujuan dan petunjuk-petunjuk serta peraturan-peraturannya dalam menjelaskan tugas-tugas panitia tersebut.

6.Selama kurang lebih satu bulan Panitia bekerja terbentuklah Pengurus HMI Cabang Banjarmasin pada tanggal 10 Februari 1957 dengan susunan sbb :

Ketua                    : Gt.Ibrahim Aman

Wakil Ketua            : Abdoel Muthalib Abdis

Sekretaris : Habil Halabi

Pembantu-Pembantu : Thamrin Jus

: Zawawi Aini

: Muhaiminsjah

7.Kemudian perkembangan Perguruan Tinggi makin bertambah dan Universitas Lambung Mangkurat lahir pula pada tahun 1957 dengan fakultas-fakultasnya yang diantaranya termasuk Fakultas Islamologie (Agama Islam) dimana ini nantinya menjadi IAIN Antasari.

8.Karena jumlah anggota bertambah dengan komisariat-komisariat yang lebih besar, maka Pengurus tsb diperbaharui yang lebih lengkap untuk periode 1958/1960 yaitu:

Ketua Umum          : Gt. Ibrahim Aman

Ketua I                    : Masranuddin (APK)

Ketua II                   : Anwar Bey Wedasarana

Sekretaris Umum  : Muchwan Charyry

Sekretaris I            : Abdulmadjid

Sekretaris II           : Haerumansyah

Bendahara I           : Mardjuni

Bendahara II          : Mohammad Hasan

Pembantu Umum  : A.Hidjazie

Kemudian dilengkapi dengan saksi-saksi dan wakil-wakil komisariat dari seluruh Fakultas dan Perguruan Tinggi yang ada di Banjarmasin (APK, B-I, Unlam).

9.Kemajuan yang dicapai boleh dikatakan cukup karena banyaknya anggota yang telah terdaftar atau mengabungkan diri dengan organisasi HMI, sedangkan oraganisasi Islam lainnya belum ada. Satu-satunya saingan yang terbesar ialah G.M.Sos yang tokoh-tokohnya kita kenal diantaranya sekarang A.S.Musaffa, S.H. dkk.

10.Kemudian karena desakan dan cara-cara organisasi G.M.Sos tersebut mempergunakan intimidasi, paksaan dan dia punya alat perlengkapan lainnya,sehingga HMI kelihatan agak mundur, atau berkurang anggotanya. Pada saat ini anggota yang masih bertahan dengan pendirian yang kuat sebanyak 29 orang. Pengurus diadakan pembaharuan, sehingga untuk periode kedua tersusun dibawah pimpinan Ketua Umumnya Hadji Abdoerrasjid Nasar, dan Sekretaris Umumnya Gt. Hidajat A.R. (Periode 1960-1961).

`11. Maret 1960 telah diadakan Kongres Pemuda Indonesia di Bandung. Kalimantan mengirimkan utusannya sebanyak 160 orang dengan ketua delegasinya H.Abd. Rasjid Nasar.

12.Dalam Kongres tersebut utusan Kalimantan telah pulang mendapat kepercayaan untuk menduduki Presedium Pimpinan Kongres yaitu sdr. H. Abd. Rasjid Nasar, yang berakhir dengan pembentukan Federasi Pemuda Indonesia, dimana saudara tersebut juga diberi kepercayaan Kongres untuk ikut dalam anggota Pleno Federasi Pemuda Pusat.

13.HMI Cabang Banjarmasin, merupakan satu-satunya yang ada dan memenuhi persyaratan di Kalimantan Selatan utamanya, sehingga setelah mulai berdirinya IAIN Antasari dengan fakultas-fakultasnya yang tersebar dikota-kota lain, maka berdiri pula komisariat-komisariat bagian dari cabang Banjarmasin. Seperti Komisariat Banjar Baru, Rantau, Kandangan, Amuntai dan Barabai.

14.HMI Cabang Banjarmasin merupakan cabang yang ke-18 setelah cabang-cabang : Tondano, Makassar, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Malang, Bandung, Bogor, Jakarta, Palembang, Medan, Batusangkar, Pajakumbuh, Padang, Padang Panjang dan Bukit Tinggi.